Jumat, 25 Juni 2010
Suku Sasak merupakan suatu komunitas penduduk terbesar di propinsi Nusa Tenggara Barat.
Walau perjalanan menuju perkampungan jauh dan melelahkan namun pemandangan alam yang akan dilalui sangatlah indah dan menarik. Pulau Lombok yang sebagian besar masih terdapat banyak hutan dan hamparan perbukitan sangatlah asri dan tenang, jauh dari segala kebisingan dan hiruk - pikuk kota.
Pengunjung yang berkunjung di sini diwajibkan untuk mengisi buku tamu dan memberikan sumbangan dikotak yang telah disediakan, setelah itu mereka akan diantar oleh seorang pemandu wisata yang merupakan penduduk di perkampungan itu.
Sang pemandu akan menceritakan tradisi, kebiasaan, tata cara peribadatan dan hal yang berkaitan di dalam kehidupan.
Bangunan Rumah Masyarakat Suku Sasak.
Pemandu tersebut menceritakan secara mendetail tentang keseharian di Suku Sasak. Mata pencaharian utama mereka adalah bertani dan berladang sedangkan bagi kaum wanita menenun. Tenun ikat dengan berbagai warna dan motif yang menarik, cocok untuk cindera mata bagi keluarga anda.
Begitu pula dengan anak - anak Suku Sasak, di pagi hari mereka belajar di sekolah, sepulang sekolah ada yang membantu orang tua di ladang ada pula yang membuat kalung - kalung yang terbuat dari kayu dan benang yang mereka jual kepada pengunjung yang datang.
Yang menjadi keunikan dari hal yang pemandu ceritakan adalah lantai bangunan rumah yang merupakan campuran antara kotoran sapi dengan tanah. Untuk lantai rumah ini mereka tidak mengunakan bahan baku semen. Menurut tradisi mereka kotoran sapi dapat mengusir lalat.
Perkampungan Suku Sasak ini, dapat dijadikan tempat tujuan berlibur. Dimulai dari perjalanan menuju perkampungan sampai dengan pemukiman Suku Sasak merupakan hal yang tak terlupakan. Hamparan perbukitan yang hijau dan keramah - tamahan penduduk, membuat kerinduan yang mendalam.
Abu Umamah r.a. berkata : "Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua
mempelajari Al-Qur'an, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Qur'an."
Telah bersabda Rasulullah S.A.W : Belajarlah kamu akan Al-Qur'an, di akhirat nanti dia akan datang
kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya."
Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, " Kenalkah kamu kepadaku?"
Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : "Siapakah kamu?"
Maka berkata Al-Qur'an : "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun
malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari."
Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur'an itu : "Adakah kamu Al-Qur'an?"
Lalu Al-Qur'an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T.
Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan
mahkota di atas kepalanya.
Pada kedua ayanh dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar
dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : "Dari manakah kami memperolehi
ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?"
Lalu dijawab : "Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari Al-Qur'an."
Sebuah kapal yang sarat dengan muatan dan bersama 200 orang temasuk ahli perniagaan
berlepas dari sebuah pelabuhan di Mesir. Apabila kapal itu berada di tengah lautan maka datanglah ribut
petir dengan ombak yang kuat membuat kapal itu terumbang-ambing dan hampir tenggelam.
Berbagai usaha dibuat untuk mengelakkan kapal itu dipukul ombak ribut, namun semua usaha
mereka sia-sia sahaja. Kesemua orang yang berada di atas kapal itu sangat cemas dan menunggu apa yang
akan terjadi pada kapal dan diri mereka.
Ketika semua orang berada dalam keadaan cemas, terdapat seorang lelaki yang sedikitpun
tidak merasa cemas. Dia kelihatan tenang sambil berzikir kepada Allah S.W.T. Kemudian lelaki itu turun
dari kapal yang sedang terunbang-ambing dan berjalanlah dia di atas air dan mengerjakan solat di atas air.
Beberapa orang peniaga yang bersama-sama dia dalam kapal itu melihat lelaki yang berjalan
di atas air dan dia berkata, "Wahai wali Allah, tolonglah kami.
Janganlah tinggalkan kami!" Lelaki itu tidak memandang ke arah orang yang memanggilnya.
Para peniaga itu memanggil lagi, "Wahai wali Allah, tolonglah kami. Jangan tinggalkan kami!"
Kemudian lelaki itu menoleh ke arah orang yang memanggilnya dengan berkata,
"Apa hal?" Seolah-olah lelaki itu tidak mengetahui apa-apa. Peniaga itu berkata, "Wahai wali Allah,
tidakkah kamu hendak mengambil berat tentang kapal yang hampir tenggelam ini?"
Wali itu berkata, "Dekatkan dirimu kepada Allah."
Para penumpang itu berkata, "Apa yang mesti kami buat?"
Wali Allah itu berkata, "Tinggalkan semua hartamu, jiwamu akan selamat."
Kesemua mereka sanggup meninggalkan harta mereka. Asalkan jiwa mereka selamat.
Kemudian mereka berkata, "Wahai wali Allah, kami akan membuang semua harta kami asalkan jiwa kami
semua selamat."
Wali Allah itu berkata lagi, "Turunlah kamu semua ke atas air dengan membaca Bismillah."
Dengan membaca Bismillah, maka turunlah seorang demi seorang ke atas air dan berjalan meng hampiri
wali Allah yang sedang duduk di atas air sambil berzikir. Tidak berapa lama kemudian, kapal yang
mengandungi muatan beratus ribu ringgit itu pun tenggelam ke dasar laut.
Habislah kesemua barang-barang perniagaan yang mahal-mahal terbenam ke laut. Para
penumpang tidak tahu apa yang hendak dibuat, mereka berdiri di atas air sambil melihat kapal yang
tenggelam itu.
Salah seorang daripada peniaga itu berkata lagi, "Siapakah kamu wahai wali Allah?"
Wali Allah itu berkata, "Saya ialah Awais Al-Qarni."
Peniaga itu berkata lagi, "Wahai wali Allah, sesungguhnya di dalam kapal yang tenggelam itu terdapat
harta fakir-miskin Madinah yang dihantar oleh seorang jutawan Mesir."
WaliAllah berkata, "Sekiranya Allah kembalikan semua harta kamu, adakah kamu betul-betul akan
membahagikannya kepada orang-orang miskin di Madinah?"
Peniaga itu berkata, "Betul, saya tidak akan menipu, ya wali Allah."
Setelah wali itu mendengar pengakuan dari peniaga itu, maka dia pun mengerjakan solat dua
rakaat di atas air, kemudian dia memohon kepada Allah S.W>T agar kapal itu ditimbulkan semula
bersama-sama hartanya.
Tidak berapa lama kemudian, kapal itu timbul sedikit demi sedikit sehingga terapung
di atas air. Kesemua barang perniagaan dan lain-lain tetap seperti asal. Tiada yang kurang.
Setelah itu dinaikkan kesemua penumpang ke atas kapal itu dan meneruskan pelayaran ke tempat yang
dituju. Apabila sampai di Madinah, peniaga yang berjanji dengan wali Allah itu terus menunaikan janjinya
dengan membahagi-bahagikan harta kepada semua fakir miskin di Madinah sehingga tiada seorang pun
yang tertinggal. Wallahu a'alam.
SAHABAT, di bulan suci Ramadhan ini tentunya kita dituntut untuk mempersiapkan diri kita, baik jasmani maupun rohani. Mungkin sahabat pun tahu kalau di bulan suci ini, seluruh tenaga dan pikiran kita dioptimalkan untuk beribadah. Belum lagi kalau aktifitas kita juga beriringan dengan aktifitas yang lain seperti bekerja atau sekolah. Hal ini tentu akan terasa sangat melelahkan.
Tidak jarang dengan kondisi yang demikian, di dalam pergaulan wajah kita terlihat seolah-olah tidak bersemangat, tidak menunjukkan keramahan, enggan berbicara dan lebih banyak memfokuskan hatinya untuk berdzikir kepada ALLAH.
Kita harus menyadari bahwa di sekeliling kita pun ada orang lain, dimanapun kita berada, baik di tempat bekerja, menuntut ilmu (kampus atau sekolah), yang senantiasa berinteraksi dengan kita. Ada teman, guru, atasan, dosen, dan yang lainnya.
Bayangkan...!! Mereka pun manusia, ingin merasa dihormati dan dihargai. Merekapun ingin mengasih dan ada pula yang ingin memberi. Bagaimana jadinya kalau di tengah mereka itu kita menunjukkan ketidakceriaan yang disebabkan karena menahan haus dan lapar disaat kita berpuasa? Boleh jadi ada yang akan tersakiti karena sikap kita yang tidak ramah. Lebih dari itu, mungkin ada beberapa di antara mereka yang enggan berkomunikasi dengan kita karena melihat raut muka kita yang kurang menyejukkan dan meneduhkan pandangan.
Kalau sudah demikian, amatlah merugi diri kita. Sudahlah kita menahan haus dan lapar, ditambah lagi dijauhi oleh orang. Yang lebih parah lagi adalah ada yang akhirnya memusuhi kita sebagai akibat dari tampilan wajah kita yang kurang menyenangkan tersebut. Wah…tidak enak sekali kedengarannya. Pasti akan terbayang di benak kita orang yang tidak bisa menunjukkan keramahan seperti itu tentu akan menjadi pribadi muslim yang angkuh, menutup diri dan tidak pernah mau mengenal orang lain. ALLAH tidak akan suka dengan pribadi yang seperti ini.
Lalu bagaimana solusinya supaya bulan puasa ini tidak akan menjadi bulan kesengsaraan buat kita? Rasulullah mengajarkan bahwa senyum itu adalah bagian dari ibadah. Bahkan ada yang mengatakan lagi, senyum itu adalah sedekah. Ingat, sedekah adalah memberikan sesuatu kepada orang lain untuk menolong seseorang agar senang hatinya. Bisa dikatakan juga, bahwa senyum itu adalah salah satu cara untuk membahagiakan diri sendiri.
Dengan kita selalu tersenyum, hati kita akan terasa sejuk dan tentram. Apabila ada suatu hal atau kejadian yang buruk terjadi dalam keseharian kita, kitapun mampu menghadapinya dengan tenang, menganggap hal tersebut bukan sebagai hal yang menggemparkan…Hanya karena kita menghadapinya dengan senyuman.
Apa yang telah dicontohkan Rasul sungguhlah luar biasa. Hal itu bisa kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, terutama dibulan suci Ramadhan ini. Kemanapun dan dimanapun, Rasulullah senantiasa tersenyum, bahkan terhadap orang yang memusuhinya sekalipun.
Maka, demikian pula dengan kita yang sedang menjalankan ibadah puasa, banyak sekali manfaatnya apabila orang yang bisa berpuasa sambil tersenyum. Manfaat yang pertama, ibadah puasanya diterima oleh Allah dan yang kedua dia dicintai serta disenangi oleh sesamanya.
Pribadi yang demikian akan menjadi contoh bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Dia akan disenangi oleh teman, guru dan orang disekitarnya. Seseorang yang bermasalahpun, ketika bertemu dengan orang yang berkepribadian demikian, pastilah hatinya akan terhibur dan mungkin sedikit membantu meringankan bebannya.
Tetapi senyum tidaklah cukup. Sebab senyum disini ada beberapa macam. Ada senyum terpaksa, senyum pura-pura yang tidak memiliki, ada yang karena dibayar, karena mengharapkan sesuatu. Senyum yang manakah yang akan kita tampilkan? Tentulah senyum yang keluar dari seorang pribadi muslim yang terjaga kebersihan hatinya dan hati yang senantiasa berdzikir kepada ALLAH, serta menunjukkan keikhlasan dalam setiap perbuatannya.
Maka orang yang memiliki kepribadian demikian, apabila ia tersenyum maka senyumnya akan terlihat indah dan menyejukkan hati, setiap orang yang memandangnya akan terpesona dengan senyumnya. Ia tersenyum bukan hanya sekedar tersenyum, tetapi senyum sebagai bagian dari akhlak yang diajarkan Rasulullah.
Akhlak yang bagaimanakah? Akhlak yang selalu memperlihatkan tutur kata yang baik, mengasihi sesama, santun, pandangan yang meneduhkan, tidak sombong, tidak merasa diri paling benar, dan lain sebagainya. Insya Allah, orang yang seperti itu senyumannya akan memiliki arti bagi orang lain. Sungguhlah mulia orang memiliki senyuman demikian.
Jadi, betapa penting ternyata memelihara senyum dalam rangka menyempurnakan kesucian ibadah kita. Sangat beruntunglah orang yang senantiasa tersenyum dalam keadaan apapun dan dalam situasi yang seperti apapun. Terlebih jika ia sedang melaksanakan puasa.
Mudah-mudahan kita tergolong menjadi orang yang selalu dicintai, disenangi dan dirindukan oleh sesama sebagai hasil dari kekuatan senyum yang bernilai ibadah. Amin ya rabbal alamiin!
Kita dilahirkan dengan dua mata di depan,
karena seharusnya kita melihat yang ada di depan,
kita lahir dengan dua telinga, satu kiri dan satu di kanan
sehingga kita dapat mendengar dari kedua sisi.
Menangkap pujian maupun kritikan,
dan melihat mana yang benar.
Kita dilahirkan dengan otak tersembunyi di kepala,
sehingga bagaimanapun miskinnya kita, kita tetap kaya.
Tak seorang pun yang dapat mencuri isi otak kita,
yang lebih berharga dari segala permata yang ada.
Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga,
namun cukup dengan satu mulut.
Karena mulut tadi adalah senjata yang tajam,
yang dapat melukai, memfitnah, bahkan membunuh.
Lebih baik sedikit bicara, tapi banyak mendengar dan melihat.
Kita dilahirkan dengan satu hati, yang mengingatkan
kita untuk menghargai dan memberikan cinta kasih dari dalam lubuk hati.
Belajar untuk mencintai dan menikmati dicintai,
tetapi jangan mengharapkan orang lain mencintai anda
dengan cara dan sebanyak yang sudah anda berikan.
Berikanlah cinta tanpa mengharapkan balasan,
maka anda akan menemukan bahwa hidup ini
akan menjadi lebih indah.
Jika kau merasa lelah dam tak berdaya dari usaha yg sepertinya sia".. Allah SWT taw btapa keras engkau sdh berusaha.. Ketika kau sdh menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih.. Allah SWT sdh menghitung air matamu.. Ketika kau fikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berjalan begitu saja.. Allah SWT sedang menunggu bersamamu.. Ketika kau berfikir bahwa kau sdh mencoba sgalanya dan tdk taw hendak berbuat apa lagi.. Allah SWT sdh punya jawabannya.. Ketika sgala sesuatu menjadi tdk masuk akal dan kau merasa tertekan.. Allah SWT dapat menenangkanmu.. Ketika kau merasa sendirian dan teman"mu terlalu sibuk utk menelpon.. Allah SWT slalu berada d sampingmu.. Ketika kau mendambakan sebuah cinta sejati yg tak kunjung datang.. Allah SWT mempunyai cinta dan kasih yg lebih besar dari sgalanya dan DIA tlah menciptakan seseorang yg akan menjadi pasangan hidupmu kelak.. Ketika kau merasa tlah d khianati dan d kecewakan.. Allah SWT dapat menyembuhkan lukamu dan membuatmu tersenyum.. Jika tiba" kau dapat melihat jejak" harapan.. Allah SWT sedang berbisik kepadamu.. Ketika sgala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur.. Allah SWT tlah memberkahimu.. Ketika sesuatu yg indah terjadi dan kau d penuhi ketakjuban.. Allah SWT tlah tersenyum padamu.. Ketika kau memiliki tujuan utk d penuhi dan mimpi utk d genapi.. Allah SWT sdh membuka matamu dan memanggilmu dgn namamu.. Ingat..!! dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap.. Allah SWT Maha Mengetahui.. Jika kau merasa d berkahi dgn artikel ini,, sampaikanlah kpd orang yg kamu sayang (anonim)
Inspirasi Revolusi bagi Aktivis dan Intelektualis Muda Islam
Ayatollah Imam Khomeini merupakan pemimpin Revolusi Islam Iran (1979) yang menggulingkan kekuasaan tirani Shah Reza Pahlevi. Ia lahir di Khomeyn, Iran, pada 3 Desember 1979. Khomeini belajar teologi di Arak dan Kota Suci Qom. Di Qom, ia mulai membagun dasar politik untuk melawan keluarga Kerajaan Iran, khususnya Shah Mohammed Reza Pahlavi. Pada 1962, pemerintahan Shah berhasil mendapatkan RUU yang mencurahkan beberapa kekuasaan pada dewan provinsi dan kota. Sejumlah penganut Islam keberatan pada perwakilan yang baru dipilih dan tak diwajibkan bersumpah pada Alquran, tapi pada tiap teks suci yang dipilihnya. Khomeini menggunakan kemarahan itu dan mengatur pemogokan di seluruh negara. Hal tersebut menimbulkan penolakan pada RUU itu. Penangkapannya yang tak terelakkan oleh polisi rahasia Iran, SAVAK, memancing kerusuhan besar-besaran dan reaksi kekerasan yang luar biasa oleh pihak keamanan. Kerusuhan itu mengakibatkan ribuan orang meninggal. Pada peringatan pertama kerusuhan, pasukan Shah bergerak ke Kota Qom, menahan Khomeini, kemudian mengirimnya ke pembuangan di Turki. Khomeini tinggal sebentar di sana selama sebelum pindah ke Irak. Di Irak, ia melanjutkan pergolakan untuk menjatuhkan rezim Shah. Pada 1978, pemerintahan Shah meminta Irak untuk mengusirnya dari Najaf. Khomeini kemudian menuju Paris, Setelah terjadi rangkaian kekacauan, keluarga Shah meninggalkan Iran pada Februari 1979. Peristiwa itu membuka jalan Khomeini untuk kembali. Ia disambut ratusan ribu rakyat Iran saat tiba di bandara. Khomeini meninggal dunia di Teheran, Iran, pada 3 Juni 1989.
JIKA WANITA DIUMPAMAKAN IKAN
Jika Wanita diumpamakan Ikan, kategori ikan apakah yang jadi favorite anda?
IKAN SALMON
Bentuknya ramping, indah, dagingnya pink muda dan enak dimakan. Tapi sayangnya mahal, soalnya masih import.
INI WANITA KARIR…..
IKAN SAPU-SAPU
Jenis ini murah dan selalu nempel dikaca akuarium. Kalo udah nempel, susah banget lepasnya.
INI CEWEK SMU……
IKAN LELE
Kalo yang ini harganya murah dan bisa dimakan kapan saja. Tapi hati-hati, ada patilnya dan harus hati-hati
INI CEWEK PANGGILAN…….
IKAN ARWANA
Kalo yang ini senangnya bolak balik diakuarium memperlihatkan kesombongan dan keangkuhan karena tau tubuhnya indah, langkahnya lemah gemulai dan memancing mata nakal melihatnya dimanapun dia bergaya….. So pasti harganya sangat mahal kalau ingin memilikinya, dan belum tentu yang punya kasih….
INI CEWEK PERAGAWATI DAN ARTIS SINETRON……..
IKAN MAS KOKI
Nah, ini juga jenis ikan lumayan mahal, indah bentuknya, warnanya, dan lenggak- lenggoknya. Sayangnya hanya bisa dikagumi, tak bisa dimakan, karena ikan hiasan…..
INI BINI ORANG…….
IKAN TERI
Rasanya asin, murah, bentuk dan rasanya begitu- begituuu… saja. Selalu enak dimakan kalau lagi tidak ada sayur atau tidak ada lauk yang lainnya….
INI BINI SENDIRI….