Jumat, 25 Juni 2010

Inspirasi Revolusi bagi Aktivis dan Intelektualis Muda Islam

Ayatollah Imam Khomeini merupakan pemimpin Revolusi Islam Iran (1979) yang menggulingkan kekuasaan tirani Shah Reza Pahlevi. Ia lahir di Khomeyn, Iran, pada 3 Desember 1979. Khomeini belajar teologi di Arak dan Kota Suci Qom. Di Qom, ia mulai membagun dasar politik untuk melawan keluarga Kerajaan Iran, khususnya Shah Mohammed Reza Pahlavi. Pada 1962, pemerintahan Shah berhasil mendapatkan RUU yang mencurahkan beberapa kekuasaan pada dewan provinsi dan kota. Sejumlah penganut Islam keberatan pada perwakilan yang baru dipilih dan tak diwajibkan bersumpah pada Alquran, tapi pada tiap teks suci yang dipilihnya. Khomeini menggunakan kemarahan itu dan mengatur pemogokan di seluruh negara. Hal tersebut menimbulkan penolakan pada RUU itu. Penangkapannya yang tak terelakkan oleh polisi rahasia Iran, SAVAK, memancing kerusuhan besar-besaran dan reaksi kekerasan yang luar biasa oleh pihak keamanan. Kerusuhan itu mengakibatkan ribuan orang meninggal. Pada peringatan pertama kerusuhan, pasukan Shah bergerak ke Kota Qom, menahan Khomeini, kemudian mengirimnya ke pembuangan di Turki. Khomeini tinggal sebentar di sana selama sebelum pindah ke Irak. Di Irak, ia melanjutkan pergolakan untuk menjatuhkan rezim Shah. Pada 1978, pemerintahan Shah meminta Irak untuk mengusirnya dari Najaf. Khomeini kemudian menuju Paris, Setelah terjadi rangkaian kekacauan, keluarga Shah meninggalkan Iran pada Februari 1979. Peristiwa itu membuka jalan Khomeini untuk kembali. Ia disambut ratusan ribu rakyat Iran saat tiba di bandara. Khomeini meninggal dunia di Teheran, Iran, pada 3 Juni 1989.

3 komentar:

  1. yupz,,,,, pengetahuan baru niee. heee. mkch nenk.

    BalasHapus
  2. eheeeeemz,segitunya banget cie jenk....kaya ahli filsafat saja lho?tapi saya suka kalau teman saya tambah pengetahuannya....haaaa.......

    BalasHapus
  3. Haduch...knpa ga aktivis muda Islam Indonesia ja Say...Kn lbih cinta tanah air dech...

    BalasHapus